Selasa, 10 Agustus 2021

Yolo

 Siapa peduli? I don't care!

Hidup itu bukan tentang semua penerimaan. Sering kali tentang penolakan. Susah untuk senangkan semua orang. Kita puaskan yang ini, yang itu tidak. Kita senangkan yang ini, yang itu tidak. Mustahil semua orang menyukai kita. Pun mustahil kita menjadi apa yang diharapkan orang-orang.

Hei! Ini hidupmu. Jangan biarkan siapapun mengacau. Make a big dream and reach for it. Fokuskan satu. Tujuanmu.

Tidak ada gunanya menjadi apa yang orang lain inginkan. Just be your self. Hidup bukan
nya penting ikut semua kata orang, penilaian orang. Yang terpenting penilaian Tuhan. Kan?

Tak ada habisnya kalau ikut kata orang. Tak ada habisnya kabulkan keinginan orang.

Buat baik selalu, jangan sakiti siapapun atau apapun.

Kalau ingin dihargai hargailah yang lain. Kalau ingin di dengar dengarkanlah yang lain. Hidup itu timbal balik. Respect each other, karena yang punya perasaan bukan cuma kamu. Perlakukanlah mereka seperti kamu ingin diperlakukan.

Kita buat baik alam pun akan buat baik pula pada kita. Sebaliknya. Kita buat buruk alam pun akan memberi ganjaran yang serupa.

So, jangan biarkan mereka menjadikanmu aktor atau aktris sedangkan mereka sutradara. Kita sangka kita bisa karena mereka bilang kita bisa. Kita sangka kita berjaya karena mereka bilang kita berjaya. Pun kita sangka kita tidak layak karena mereka bilang kita tidak layak? Bukan kah begitu?

Capek nggak? Itu melelahkan. sungguh. Penuh dengan kepura-puraan. Kalau seperti itu terus kapan kamu akan bahagia? Ikutlah rencana Sang Maha Kuasa.

Lakukan apa yang menurutmu harus kamu lakukan. Dan pantas. Abaikan dengung lebah di sekitarmu selagi tidak menyakitimu. Kan? Be brave gaes. Aku tahu kalian semua hebat. Kalian bekerja keras. (Tapi tetap iklas kan yak?)

Tetap berusaha. Kerja keras. Tidak mudah menyerah. Dan jadi dirimu sendiri. Dirimu yang sesungguhnya. Tunjukan pada dunia.

'Ya ini aku. Aku yang kuat. Semangat. Positif. Berani. Dan aku berhasil. Ini diriku. Aku tidak masalah dengan penilaian orang dan penolakan. Toh semua tahu hidup itu tidak melulu tentang ku. Aku akan terus menjadi diriku.'

Buat baik ramai sayang.

Siapa peduli? I don't care and thanks!

 

-yourlove-

Minggu, 04 April 2021

Senangnya Patah Hati

 

Siapa pernah berpikir? Kenapa harus dia orang yang kita sayang? Awalnya kita tidak menduga akan kenal dengan dia, dekat dengan dia, dan akhirnya sayang dengan dia.

Apa-apa dalam hidup kita tidak benar-benar merancang apa yang akan kita temui dan lakukan. Kenapa harus dia? Kenapa bukan dia?

Semua dalam hidup ini pasti ada pembelajarannya. Bukan kebetulan. Ada sebab dan akibat yang kita terima. Manusia datang dan pergi kenapa? Kenapa selalu muncul orang-orang baru dalam hidup?

Yang kenal satu hari dan tidak bertemu lagi, disana pasti ada something yang luar biasa yang seharusnya kita bisa mendapatkannya. Tapi itulah kita (enggak, saya saja) sering abai dan hanya mengedepankan ego sendiri.

Kenapa harus dia pergi? Kenapa harus aku yang tersakiti?

Dalam hidup ini, segalanya adalah ilmu pengetahuan. Termasuk segala perbuatan. Semua adalah pembelajaran. Kita tak pernah minta pun akan dekat dengan seseorang. Tiba-tiba berjalan begitu saja. Kita tidak pernah minta pun dia akan pergi selamanya. Tiba-tiba hilang dari pandangan mata.

Hidup ini adalah proses pembelajaran. Kita akan semakin kuat dengan apa yang kita lalui dan bukan saja teori mengenai apalah arti hidup ini?

Boleh jadi dengan ditinggal dia pergi kita mengetahui arti kesabaran dan keiklasan yang sebenarnya. Kemudian besoknya kita bertemu dengan orang baru untuk mengetahui arti sebuah menghargai dan menunggu (barangkali untuk bertemu lagi).

Semua datang dan pergi. Tapi percayalah ada ganti. Lebih baik lagi. Lagi. Dan lagi. Dan mari kita buka hati untuk melihat pembelajaran sejati, memaknai hidup ini, bahwa sesungguhnya tidak ada yang namanya kebetulan. Hmm? Dan apa yang terjadi memang seharusnya terjadi?

 

-yourlove-

Kamis, 07 Januari 2021

Manusia Kuat

 



Kehilangan. Sebuah kata yang penuh dengan duka. Sarat akan air mata. Seolah-olah merasa terhina. Tapi tidak mengapa. Itu biasa.

Lumrah hidup. Yang datang akan pergi. Silih berganti. Lantas kenapa harus merasa dikhianati? Bukankah yang berawal akan berakhir? Bukankah yang bertemu akan berpisah?

Ini hidup. Realita, bukan hanya fantasimu belaka, yang dapat kamu reka sesuka hati kamu menginginkannya. 

Bukannya salah merasa sedih karena kehilangan. Itu wajar. Sebab yang kamu sangka akan selalu ada rupanya bualan semata. Lantas bagaimana? Haruskah menangis meronta-ronta? Memaksanya kembali kepangkuan kita? Atau apa?

Bukankah semua yang ada hanya titipan dari sang kuasa? Lantas buat apa menahannya? Itu sia-sia. Toh dari awal itu memang bukan milik kita. Memangnya siapa kita yang sekehendak hati menarik kembali sesuatu yang telah pergi?

Please, sadar diri (Iya tahu ngomong mah gampang. Kan aku udah bilang yang susah tuh dapetin kamu).

Sebagai insan berbudi, seharusnya tahu bagaimana bersikap dalam menghadapi lika-liku permasalahan yang datang tanpa henti silih berganti.

Siapa sih yang merasa senang, bahagia ketika ditinggalkan? Apalagi orang tersayang. Amat berharga. Hanya satu di dunia. (Bener nggak kawan-kawan? Boleh dong kasih tahu saya hihihi.

Nggak papa kok. Itu biasa. Let it flow. Sebenernya itu tergantung bagaimana kita menyikapinya. Sulit memang. Tapi percaya deh, itu yang terbaik buat kita.

Hmmm, coba pikirkan ini sebentar. (Nggak bisa, pikiranku udah penuh sama kamu. Hayoloh siapa yang jawab kek gini? Bucinnya siapa nih? Hahaha).

Udah. Stop dulu jadi bucinnya!

Saat kalian kehilangan atau ditinggalkan entah apapun itu yang begitu menyakitkan, pasti rata-rata berpikir gini. Kenapa ya kok aku?” “Kenapa sekarang?

Coba ubah mindset. Sedikit geser ke kiri barangkali.

(Ini kalau nggak paham nggak papa. Aku juga susah ngomongnya btw hehe. Moon maap ya).

"Kenapa ya kok aku? Bukan dia aja?" Iya. Karena yang lain masih lemah. Hanya kamu yang kuat. Hanya kamu yang bisa. Hal ini terlalu berat untuk orang lain. Jadi sudah paling tepat diberikan padamu. Suatu saat kamu akan belajar, cepat atau lambat.

"Kenapa sekarang?" Iya. Ini waktu yang tepat. Kekuatanmu paling kuat pada waktu ini. Detik ini. Jam ini. Hari ini. Minggu ini. Bulan ini. Tahun ini. Waktu ini adalah waktu kamu. Seolah Tuhan ingin memberitahu dunia bahwa hari inilah salah satu hambanya mencapai level tertinggi dalam hidupnya. Ia kuat sekali. Hingga Tuhan memberinya kejutan yang tak terduga. Yang tak terpikir olehnya.

Yang di dalamnya akan ada sesuatu yang sangat istimewa. Suatu pembelajaran yang orang lain belum memilikinya. Sehingga kamu bisa untuk nantinya sedikit cerita kepada orang-orang yang mengalaminya setelah kamu. Kamu akan menenangkannya. Membantunya hingga ia bisa mendapatkan hal istimewa setelah kejutan itu. Pokoknya mah ini tahun terkuat kamu udah.

(Nggak paham nih) bentar. Sama. Aku juga. mari pikirkan bersama.

(Gimana sih ni tulisan? Makin kesini makin nggak jelas aja!) Iya iya tahu. Nggak jelas emang. Tapi bentar deh mau tanya. Lebih nggak jelasan mana? Tulisan ini apa hubunganmu sama dia? Eaeaea :D

Jujur ya, cuma mau bilang. Kamu kuat.

Salah satu batang patah. Menyisakan kecewa yang tak bersudah. Tapi jangan salah, karenanya ada tunas baru yang berkecambah yang kelak membawa hikmah.

(Masih nggak paham.) Auah gelap please, seseorang berikan aku pencerahan (cling).

Yah udah aja ya kawan-kawan kita ngobrolnya. Ternyata berpikir menguras tenaga hingga lapar pun melanda. Oh ya kalian juga jangan lupa makan.

See you

 

-yourlove-





XIXI

Sayang ini masih januari 2026, tulisan pertama ku tahun ini. Pengalaman kurang menyenangkan tapi aku rasa beberapa orang ingin tahu? Siapa...