Rabu, 14 Januari 2026

XIXI

Sayang ini masih januari 2026, tulisan pertama ku tahun ini. Pengalaman kurang menyenangkan tapi aku rasa beberapa orang ingin tahu? Siapapun yang membaca ini, aku.. semoga hal ini tidak terjadi dengan kalian.

Aku hidup sudah 24 tahun. Masih bertumbuh dan akan terus begitu. Sedikit banyak orang telah aku temui. Semua orang punya sisi baik dan buruk tentu saja. Aku pun begitu. Seringkali bertindak merugikan. Bahkan kepada diri sendiri. Tapi aku percaya bahwa apa-apa yang telah terjadi atas izin-Nya.

Jangan berlebihan. Aku rasa tulisan ini tidak akan pernah aku selesaikan :)) semoga kita terhindar dari keburukan diri kita sendiri dan makhluk-makhluk Nya.. sayang, aku tidak suka ular. Banyak bisanya. Aku.. :((


Rabu, 12 November 2025

Jangan Hati-Hati Peka Aja!


Jadi ges, hai ini aku lagi! Hari ini banget aku dapet pelajaran berharga dari sesorang. Aku pikir hal ini layak untuk aku bagikan dengan kalian, karena rasanya ini terlalu berharga untuk aku simpan sendiri. Enjoy! Enggak akan lama kok paling 3 sampai 5 menit selesai baca.

Jadi, kalian pernah kepikiran enggak jika kita sebenarnya terbentuk atas hal-hal yang telah kita lalui. Katanya pengalaman adalah guru yang terbaik meski pengalamannya sendiri bisa jadi tidak baik. Aku pernah mendengar ini dari seorang teman.

"Jangan kau menilai orang lain berdasarkan pengukuranmu saja karena orang lain pun akan menilai dengan ukuran yang sama dengan mu" untuk lebih jelasnya aku bahkan baca-baca lagi di internet untuk dapat menuliskan ulang apa yang aku dapat darinya. Secara garis besar adalah bahwa seharusnya kita tidak cepat-cepat menarik kesimpulan atau penghakiman atas apa yang dilakukan oleh orang lain. Sebab sebetulnya cara kita menilai dan memperlakukan orang lain akan menunjukkan bagaimana kita akan dinilai dan diperlakukan.

Ah jadi mungkin perlu diperhatikan bahwa setiap kita itu memiliki subjektivitas penilaian. Ingat bahwa pengalaman setiap orang itu berbeda, meski mungkin masalahnya sama tapi boleh jadi pemecahan masalahnya itu berbeda sehingga sudut pandang yang tercipta juga boleh berbeda. Lagi selanjutnya bahwa orang lain juga akan menilai diri kita menurut standar mereka sendiri. Jadi ya enggak boleh marah misal apa yang orang lain katakan, hakimkan tidak sesuai dengan apa yang sebenarnya kita yakini, sebab seringkali kita hanya mengandalkan standar diri kita sendiri untuk menilai orang lain juga. Jadi tidak apa-apa ya enggak perlu terlalu baper atau gimana. Lagi-lagi kita kan cuma manusia bukan Nabi boyy AHAHAH. Tapi tentu saja ini masih bisa dikomunikasikan dengan baik ya ges ya. Intinya tetap terbuka aja. Lalu kemudian bahwa tetap sisakan ruang toleransi dan empati antara satu sama lain. saling menghargai aja. Aku bahkan pernah baca gini katanya "bagaimana kita bisa menilai pilihan orang lain sementara kita tidak pernah tahu pilihan-pilihan apa yang tersedia."

Ya begitu lah. Ternyata kita memang membutuhkan orang lain untuk membaca, melihat diri sendiri. Ibaratnya kita tidak bisa melihat punggung kita sendiri. Nah itu lah pentingnya kita saling mengoreksi masing-masing diri kita. Berbenah kemudian menjadi lebih baik bersama. Jadi barang kali memang tidak ada yang salah. Hanya kita dibentuk dengan hal-hal yang telah kita lalui sebelumnya.

Sebagai catatan akhir, bahwa sebelum kita menilai sesuatu alangkah lebih baik ditelaah terlebih dahulu, kalau boleh coba rasakan perasaan orang itu. Jangan langsung menghakimi kan. Hanya jangan egois saja. Aku beneran bersyukur aku telah diingatkan. Semoga kita bertambah bijak setiap hari. Memang pengalaman adalah guru terbaik hihi.

Jumpa lagi kapan-kapan ya temannn. 

Selasa, 11 November 2025

Kita Tetap Baik

Adakah yang lebih wujud dari cinta selain mendoakan?

Aku sendiri merasa bahwa bentuk mencintai tertinggi adalah mendoakan. Ruang yang harusnya personal antara dia dan Tuhannya, dalam pengharapan itu, nama mu terselip bersama pengharapan-pengharapan baik lainnya. Sangat pribadi. Terlepas dari bagaimana akhir kisah masing-masing individu, kita semua dicintai.

Jauh sebelum itu, bahkan Nabi kita mendoakan umatnya yang bahkan belum pernah beliau temui. Betapa kita sangat dicintai. Kita bukannya kekurangan cinta, hanya mungkin memilih cinta yang mau kita terima? Aku sendiri tidak tahu xixi. Tapi bagaimanapun doa dan cinta itu satu kesatuan? Bagaimana seseorang mendoakan orang lain tanpa ada rasa cinta di dalamnya? kecuali kalau doa niat jahat udah beda lagi ygy wkwk. Aku mau percaya bahwa bagaimanapun perlakuan manusia kepada kita, hati kita akan tetap lapang. Kan kita orang baik, benar apa benar AHAHA.

Karena Allah itu Maha Baik, Dia tidak menerima kecuali yang baik. Aku tidak ingin menulis ulang karena semua sudah tahu bahwa doa itu tidak akan kembali dengan tangan kosong. Kata Rumi seperti ini “Tidak ada yang saya katakan dapat menjelaskan kepada Anda cinta ilahi, tetapi semua ciptaan tampaknya tidak bisa berhenti membicarakannya.”

Big dipper! Semua hal akan terasa indah jika memandang dengan mata yang penuh cinta. Tapi masalahnya sering kali kita kelewatan menaruh harapan kepada hal yang bukan sumber cinta. Kita sebut saja manusia. Ekspektasi terlalu tinggi hanya melukai diri sendiri. Tetap bagaimanapun sisakan ruang ikhlas dalam hati sebab kita diuji dengan apa yang kita cintai (?)

Dalam hidup, ada hal-hal yang diluar kendali kita. Bagaimanapun berusaha kita tidak bisa menyentuhnya. Aku pernah dengar sebuah quote bunyinya gini “manusia sering kali merasa hidupnya berat. Karena ia mengurusi urusan yang sebenarnya menjadi urusan Allah” hanya let it go (ngomong mah gampang ya, tapi kenyataannya.. hehe) but just try!

Adapun hal-hal yang tidak bisa kontrol, barangkali kita lupa maka aku hanya ingatkan saja. Diantaranya adalah masa lalu, masa depan, kematian, waktu, cuaca, dan bahkan pikiran serta perlakuan orang lain terhadap kita. Coba bayangin aja sehari aja kalian pikirin semua hal itu, apa enggak stress tu hidup? Kan stress kan! Sama soalnya WKWK. Tapi tidak apa-apa juga kita hanya manusia yang lemah tak berdaya, perasaan-perasaan cemas semacam itu terjadi pada setiap orang. And okay je, maklumnya manusia kan.

Cuma ya ges, rasanya memang tidak mudah menerima hal-hal yang tidak kita inginkan. Padahal barangkali kita sudah bisa menebak atau memprediksinya. Dan barangkali juga sudah terbiasa? Tapi kenapa rasa sakitnya tetap sama? Tidak berkurang sedikitpun. Malah lebih menyakitkan? Jawabannya adalah ada di buku seorang pria yang melalui duka dengan mencuci piring. Mau tahu? Baca sendiri ya hehe kalau mau aku ada kok. Duka dan segala isinya ada di sana. Aku benar-benar berharap orang-orang yang sedang terluka baik fisik maupun hatinya segera diberikan kesembuhan.

Jadi bagaimanapun hanya cara berespon kita yang bisa kita kendalikan. Apakah mau menerima dengan lapang dada?  Terpuruk selamanya? Sakit hati terus menerus? Menyalahkan hal-hal yang sebetulnya tidak salah apa-apa? Menyesali hal-hal yang sudah terjadi? Ah aku hanya ingin menulis saja. Tidak semua orang akan membaca ini jadi ini cuma pendapat pribadi saja ya ges ya.

Tapi bukannya mudah untuk ikhlas dan berlapang dada sementara hati ini sangat kesakitan menuntut penjelasan. Mungkin beberapa hal memang tidak butuh dijelaskan. Hanya terima saja. Tidak perlu bertanya mengapa. Mengapa terjadi baanjir? Mengapa dari banyaknya orang di dunia harus dia yang sangat aku sayangi yang meninggal? Mengapa aku terlahir seperti aku saat ini? Mengapa kita tiba-tiba asing?! Eh.

Itulah, tulisan ini selesai di sini. Aku juga harus belajar lagi. Kamu gak kangen aku? Huhuhu ya Allah. Hiduplah dengan baik ya.


Senin, 03 November 2025

Masih Bulan yang Sama Sejak Sebelum Masehi

Aku pernah nulis ini entah di mana. Hai, kabar baik? Sekarang hujan setiap hari, kadang dingin, kadang dingin banget, juga kadang kangen eh AHAHA. Ah pokoknya lama tidak berjumpa jadi nice to see you yaa.

Setiap malam gelap banget, bulan bintang enggak keliatan. Aku ingin sekali melihatnya, mengabadikannya, tapi masalahnya dia memutuskan untuk menyembunyikan diri. Kalian yang melihatnya banyakin bersyukur deh soalnya dia pilih-pilih kalau musim kek gini. Oh bulan.. ah aku ingin lihat!

Kalau dipikir, manusia sama saja dengan bulan. Timbul tenggelam. Kadang penuh kadang sebaliknya. Kita melewati fase. Bulan, accept that everything is not going well. Enggak semua orang baca tulisan ini, atau memang tidak satupun. Aku sedang sangat bingung. Hanya ingin memenuhi target saja xixi. Atau kapan-kapan saat aku berubah pikiran aku ingin kalian baca tulisan ku ini.

Kamu senang, sedih, kecewa, dunia tetap sama. Berjalan sebagaimana adanya jadi ya biasa saja. Memang semua kan hanya sementara. Tapi aku harap orang-orang yang sedang kesakitan lahir batin nya segera disembuhkan.

Lagunya Nadhif, dunia pasti ada akhirnya..

Orang bukannya menginginkan lebih. Tapi belum menemukan cukup?

Ah enggak ini enggak akan dibaca siapa-siapa! Besok aku carikan yang lebih baik lagi ya, selamat beristirahat, sleep tight.

Aku sedih banget pengen motoin bulan, aku mau dikasih liat tolong :( 

Kamis, 14 Agustus 2025

Ini Bukan Aku

 "Terlalu mudah kagumi terang. Coba, kalau berani kenali gelapnya"

Itu adalah salah satu tulisan dalam buku Kamu Terlalu Banyak Bercanda. Kira-kira isi tulisan ini apa ya? Ada yang bisa nebak? Tapi sebelumnya aku mau menyapa! Terlepas dijawab atau tidaknya, direspon atau tidaknya, pokoknya harus bersikap ramah xixixi jadi teman ku yang baik, ganteng, cantik, manis, lemah lembut, soft spoken, rupawan, haii semuaa XD masih aku lagi!

Mari kita lanjutkan. Katanya setiap orang mengenakan topeng. Bukan cuma satu tapi banyak sekali. Kalian setuju kalau kita sebenarnya punya banyak muka? Tapi aku berpikir mungkin ada benarnya. Kita bertemu banyak orang dengan beragam keunikan masing-masing. Perlu menyesuaikan diri atau barangkali adaptasi? Atau seperti ini, kita tidak bisa membicarakan semua hal dengan semua orang? Ada yang namanya temen main, temen belajar, temen kerja, temen level 1, temen level 2, temen tapi demen. Eh?! AHAHA pokoknya kita menyesuaikan kan? Atau setidaknya aku seperti itu.

Bahkan termasuk respon, emosi, ekspresi untuk setiap orang itu berbeda. Nah itu lah topengnya. Sampai sini paham? Yah terserah aku tetap mau lanjutin AHAHA  jadi teman.. begini, kita itu seperti bulan. Kadang terasa penuh namun juga sebaliknya. Ada bagian sisi yang tak nampak. Katanya bulan, kita melewati fase. Ada sisi gelap di sana. Sesuatu yang mungkin ingin kita tutupi dari orang lain. Tak bisa disangkal bahwa setiap kita ingin terlihat baik. Tapi itulah nobody is perfect. Well.. seperti itu.

Kita adalah apa yang kita makan, apa yang kita baca, apa yang kita lihat, apa yang kita dengarkan, apa yang kita lakukan. Semua hal, termasuk saat kita sendirian. Sendirian. Tidak ada siapa-siapa yang melihat, hanya kita dan Tuhan kita. Kita punya pilihan dan kita punya waktu. Apa yang kamu lakukan saat senggang? Kalian kepikiran enggak? Bahwa mungkin sebenarnya diri kita yang asli adalah saat sendiri? Baca buku di dalam kamar hanya ditemani dengan segelas susu coklat yang hangat, menonton apapun di tengah malam hanya ditemani sepi, solat dhuha saat orang-orang sibuk dengan dunianya, solat malam yang bahkan bulan pun tidak hadir di sana. Atau makanan dan minuman yang dibeli untuk diri sendiri. Mungkin rasanya, jika dilihat dari sudut pandang ini, apa yang kita lakukan dengan orang-prang di dalamnya, rasanya hanya pencitraan semata?

Tapi mungkin tidak masalah! Itu tetap diri kita. Kita hanya satu tapi termasuk banyak hal. Iykyk xixixi  ah baik dan buruk! Orang-orang akan terkesan dengan apa yang kita tampilkan di luar. Sisi terangnya saja. Lalu bagaimana dengan sisi gelapnya? Kita ingin bersembunyi, dari hal-hal buruk yang kita lakukan sendiri. Tidak ingin orang tahu. Katanya bisa malu. Maksudku tetap letakkan kesempatan untuk orang berbuat salah, bukan karena kita sempurna melainkan karena kita hanya manusia. Salah dan lupa itulah kita. Tapi buat apa semua itu? Mengurangi rasa kecewa tentu saja XD tidak boleh berekspetasi lebih terhadap seseorang, sesempurna apapun seseorang terlihat tetap punya titik cela, makanya "coba kalau berani kenali gelapnya" tapi bukannya malah baik? Kita bisa tahu mana orang-orang yang menerima kita sepenuhnya dan apa adanya? Kan indah? Waaah sangat mengharukan WKWKWK

Yah apapun sudah dulu, babai!

Kamis, 31 Juli 2025

Ayo Jatuh Cinta!


Helloo pookie! (nah bunga buat mu!) Xixixi lama engga dikunjungi, aku masih mau menarik perhatian mu sekali lagi AHAHA assalamualaikum yall <3

Apa kabar? Tiba-tiba bulan Agustus ya gimana Juli nya? Berjalan lancar tidak? Apapun wish you all the best with or without me (?) Aku sudah lama enggak menulis (rasanya) kurang bacaan, kurang inspirasi, kurang ini, kurang itu. Tapi kalau dilaras lagi, sebenarnya banyak hal bisa aku tulis. Cuma mungkin emang pemalas? Ah enggak juga, aku lebih rajin kok sekarang (just in case if you want to know my condition) xixixi.

But! Belakangan aku menemukan sesuatu. Aku pikir aku… tidak bukan yang ini. Akan aku tulis hal lain saja. Bukan tentangmu, tapi tentang kita semua. Aku rasa setiap orang pernah jatuh cinta. Cinta monyet, cinta pada pandangan pertama, cinta sejati, cinta abadi, atau bahkan cinta sepihak? Ups! Tapi apapun jatuh cinta itu menyenangkan. Kalau kamu nih, kalian tidak merasakan kesenangan di dalamnya, barangkali itu bukan cinta. Sebab cinta itu apa adanya, terlepas hadir atau tidaknya, bersama atau tidaknya, hati kita tetap akan menjadi hangat (iyuhhhhh).

Sebenarnya apa yang ingin aku sampaikan hanyalah bahwa kita seharusnya memanfaatkan perasaan menggebu-gebu itu untuk bertambah baik. Setiap waktu. Hari ke hari. Bulan ke bulan. Tahun ke tahun. Bukankah kita cenderung mempercantik diri luar dan dalam untuk menarik perhatian seseorang? Misal saja nih, orang yang kalian suka itu cinta banget sama buku. Kamu jadi sering juga baca buku, misal enggak dapet orangnya at least jadi tambah wawasan dan ilmu kan? Lagi, missal kamu menyukai orang yang suka lari, suka olahraga, kamu pastinya juga akan mengusahakan hal yang sama kan? Aku pikir semua orang ingin memantaskan diri. Kalaupun lagi-lagi tidak bisa memiliki, setidaknya kita lagi-lagi bertambah baik. Jadi sehat, segar dan bugar. Kan? Mungkin memang pada akhirnya terluka tapi kita akan tetap menjadi baik. Dewasa memang seperti itu. Kita belajar dari rasa sakit. Time heals.

Jadi kata ku, ayo sukai banyak orang AHAHA ambil hal-hal positifnya saja, tinggalkan yang negatif. Kita harus punya motif buat hidup lebih baik, bahagia, cantik, semangat, dan energik. Setuju kah kalian? Tapi perlu diingat ygy bahwa apapun itu jangan berharap kepada manusia. Bersenang-senang saja. Mungkin barangkali kita bukan suka, cinta dengan orangnya, tapi dengan ekspetasi kita tentang orang itu sendiri.

Aku tidak ingin kita terluka. Katanya, kamu terluka karena kamu sendiri yang mengizinkannya. Aduh sebenarnya kalian paham dengan yang aku ingin sampaikan? Soalnya aku agak kesulitan huwaaa. Jangan terluka, jika sesuatu terasa salah sejak awal, tutup saja jendelanya rapat-rapat. Jangan iziznkan angin besar itu memporak-porandakan kamarmu. Meskipun pemandangan di luar sana begitu indah, tutup saja. Jangan biarkan hatimu berantakan okay? Kalian sadar enggak sih orang yang bahagia itu tambah cantik, ganteng, rupawan, seolah sinarnya terpancar keluar? Bahkan bahagia itu menular (hanya untuk orang-orang normal wkwk eh bisa nih jadi bahan tulisan selanjutnya? keknya seru (?))

Ini ada kata-kata dalam satu buku yang segera telah menjadi favorit ku sejak hari itu. Di dalamnya tertulis gini. "Senang jadi milik banyak raga soal sedih tak perlu dibagi rata" -kamu terlalu banyak bercanda (ini judul bukanya kalau-kalau ada diantara kalian yang mau beli atau baca juga) 

Babai, jumpa lagi kapan-kapan ya, doakan saja orang-orang itu. Salah satu bentuk cinta yang nyata adalah doa. Orang-orang baik!

XIXI

Sayang ini masih januari 2026, tulisan pertama ku tahun ini. Pengalaman kurang menyenangkan tapi aku rasa beberapa orang ingin tahu? Siapa...