Jadi ges, hai ini aku lagi! Hari ini banget aku dapet pelajaran berharga dari sesorang. Aku pikir hal ini layak untuk aku bagikan dengan kalian, karena rasanya ini terlalu berharga untuk aku simpan sendiri. Enjoy! Enggak akan lama kok paling 3 sampai 5 menit selesai baca.
Jadi, kalian pernah kepikiran enggak jika kita sebenarnya terbentuk atas hal-hal yang telah kita lalui. Katanya pengalaman adalah guru yang terbaik meski pengalamannya sendiri bisa jadi tidak baik. Aku pernah mendengar ini dari seorang teman.
"Jangan kau menilai orang lain berdasarkan pengukuranmu saja karena orang lain pun akan menilai dengan ukuran yang sama dengan mu" untuk lebih jelasnya aku bahkan baca-baca lagi di internet untuk dapat menuliskan ulang apa yang aku dapat darinya. Secara garis besar adalah bahwa seharusnya kita tidak cepat-cepat menarik kesimpulan atau penghakiman atas apa yang dilakukan oleh orang lain. Sebab sebetulnya cara kita menilai dan memperlakukan orang lain akan menunjukkan bagaimana kita akan dinilai dan diperlakukan.
Ah jadi mungkin perlu diperhatikan bahwa setiap kita itu memiliki subjektivitas penilaian. Ingat bahwa pengalaman setiap orang itu berbeda, meski mungkin masalahnya sama tapi boleh jadi pemecahan masalahnya itu berbeda sehingga sudut pandang yang tercipta juga boleh berbeda. Lagi selanjutnya bahwa orang lain juga akan menilai diri kita menurut standar mereka sendiri. Jadi ya enggak boleh marah misal apa yang orang lain katakan, hakimkan tidak sesuai dengan apa yang sebenarnya kita yakini, sebab seringkali kita hanya mengandalkan standar diri kita sendiri untuk menilai orang lain juga. Jadi tidak apa-apa ya enggak perlu terlalu baper atau gimana. Lagi-lagi kita kan cuma manusia bukan Nabi boyy AHAHAH. Tapi tentu saja ini masih bisa dikomunikasikan dengan baik ya ges ya. Intinya tetap terbuka aja. Lalu kemudian bahwa tetap sisakan ruang toleransi dan empati antara satu sama lain. saling menghargai aja. Aku bahkan pernah baca gini katanya "bagaimana kita bisa menilai pilihan orang lain sementara kita tidak pernah tahu pilihan-pilihan apa yang tersedia."
Ya begitu lah. Ternyata kita memang membutuhkan orang lain untuk membaca, melihat diri sendiri. Ibaratnya kita tidak bisa melihat punggung kita sendiri. Nah itu lah pentingnya kita saling mengoreksi masing-masing diri kita. Berbenah kemudian menjadi lebih baik bersama. Jadi barang kali memang tidak ada yang salah. Hanya kita dibentuk dengan hal-hal yang telah kita lalui sebelumnya.
Sebagai catatan akhir, bahwa sebelum kita menilai sesuatu alangkah lebih baik ditelaah terlebih dahulu, kalau boleh coba rasakan perasaan orang itu. Jangan langsung menghakimi kan. Hanya jangan egois saja. Aku beneran bersyukur aku telah diingatkan. Semoga kita bertambah bijak setiap hari. Memang pengalaman adalah guru terbaik hihi.
Jumpa lagi kapan-kapan ya temannn.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar