Rabu, 12 November 2025

Jangan Hati-Hati Peka Aja!


Jadi ges, hai ini aku lagi! Hari ini banget aku dapet pelajaran berharga dari sesorang. Aku pikir hal ini layak untuk aku bagikan dengan kalian, karena rasanya ini terlalu berharga untuk aku simpan sendiri. Enjoy! Enggak akan lama kok paling 3 sampai 5 menit selesai baca.

Jadi, kalian pernah kepikiran enggak jika kita sebenarnya terbentuk atas hal-hal yang telah kita lalui. Katanya pengalaman adalah guru yang terbaik meski pengalamannya sendiri bisa jadi tidak baik. Aku pernah mendengar ini dari seorang teman.

"Jangan kau menilai orang lain berdasarkan pengukuranmu saja karena orang lain pun akan menilai dengan ukuran yang sama dengan mu" untuk lebih jelasnya aku bahkan baca-baca lagi di internet untuk dapat menuliskan ulang apa yang aku dapat darinya. Secara garis besar adalah bahwa seharusnya kita tidak cepat-cepat menarik kesimpulan atau penghakiman atas apa yang dilakukan oleh orang lain. Sebab sebetulnya cara kita menilai dan memperlakukan orang lain akan menunjukkan bagaimana kita akan dinilai dan diperlakukan.

Ah jadi mungkin perlu diperhatikan bahwa setiap kita itu memiliki subjektivitas penilaian. Ingat bahwa pengalaman setiap orang itu berbeda, meski mungkin masalahnya sama tapi boleh jadi pemecahan masalahnya itu berbeda sehingga sudut pandang yang tercipta juga boleh berbeda. Lagi selanjutnya bahwa orang lain juga akan menilai diri kita menurut standar mereka sendiri. Jadi ya enggak boleh marah misal apa yang orang lain katakan, hakimkan tidak sesuai dengan apa yang sebenarnya kita yakini, sebab seringkali kita hanya mengandalkan standar diri kita sendiri untuk menilai orang lain juga. Jadi tidak apa-apa ya enggak perlu terlalu baper atau gimana. Lagi-lagi kita kan cuma manusia bukan Nabi boyy AHAHAH. Tapi tentu saja ini masih bisa dikomunikasikan dengan baik ya ges ya. Intinya tetap terbuka aja. Lalu kemudian bahwa tetap sisakan ruang toleransi dan empati antara satu sama lain. saling menghargai aja. Aku bahkan pernah baca gini katanya "bagaimana kita bisa menilai pilihan orang lain sementara kita tidak pernah tahu pilihan-pilihan apa yang tersedia."

Ya begitu lah. Ternyata kita memang membutuhkan orang lain untuk membaca, melihat diri sendiri. Ibaratnya kita tidak bisa melihat punggung kita sendiri. Nah itu lah pentingnya kita saling mengoreksi masing-masing diri kita. Berbenah kemudian menjadi lebih baik bersama. Jadi barang kali memang tidak ada yang salah. Hanya kita dibentuk dengan hal-hal yang telah kita lalui sebelumnya.

Sebagai catatan akhir, bahwa sebelum kita menilai sesuatu alangkah lebih baik ditelaah terlebih dahulu, kalau boleh coba rasakan perasaan orang itu. Jangan langsung menghakimi kan. Hanya jangan egois saja. Aku beneran bersyukur aku telah diingatkan. Semoga kita bertambah bijak setiap hari. Memang pengalaman adalah guru terbaik hihi.

Jumpa lagi kapan-kapan ya temannn. 

Selasa, 11 November 2025

Kita Tetap Baik

Adakah yang lebih wujud dari cinta selain mendoakan?

Aku sendiri merasa bahwa bentuk mencintai tertinggi adalah mendoakan. Ruang yang harusnya personal antara dia dan Tuhannya, dalam pengharapan itu, nama mu terselip bersama pengharapan-pengharapan baik lainnya. Sangat pribadi. Terlepas dari bagaimana akhir kisah masing-masing individu, kita semua dicintai.

Jauh sebelum itu, bahkan Nabi kita mendoakan umatnya yang bahkan belum pernah beliau temui. Betapa kita sangat dicintai. Kita bukannya kekurangan cinta, hanya mungkin memilih cinta yang mau kita terima? Aku sendiri tidak tahu xixi. Tapi bagaimanapun doa dan cinta itu satu kesatuan? Bagaimana seseorang mendoakan orang lain tanpa ada rasa cinta di dalamnya? kecuali kalau doa niat jahat udah beda lagi ygy wkwk. Aku mau percaya bahwa bagaimanapun perlakuan manusia kepada kita, hati kita akan tetap lapang. Kan kita orang baik, benar apa benar AHAHA.

Karena Allah itu Maha Baik, Dia tidak menerima kecuali yang baik. Aku tidak ingin menulis ulang karena semua sudah tahu bahwa doa itu tidak akan kembali dengan tangan kosong. Kata Rumi seperti ini “Tidak ada yang saya katakan dapat menjelaskan kepada Anda cinta ilahi, tetapi semua ciptaan tampaknya tidak bisa berhenti membicarakannya.”

Big dipper! Semua hal akan terasa indah jika memandang dengan mata yang penuh cinta. Tapi masalahnya sering kali kita kelewatan menaruh harapan kepada hal yang bukan sumber cinta. Kita sebut saja manusia. Ekspektasi terlalu tinggi hanya melukai diri sendiri. Tetap bagaimanapun sisakan ruang ikhlas dalam hati sebab kita diuji dengan apa yang kita cintai (?)

Dalam hidup, ada hal-hal yang diluar kendali kita. Bagaimanapun berusaha kita tidak bisa menyentuhnya. Aku pernah dengar sebuah quote bunyinya gini “manusia sering kali merasa hidupnya berat. Karena ia mengurusi urusan yang sebenarnya menjadi urusan Allah” hanya let it go (ngomong mah gampang ya, tapi kenyataannya.. hehe) but just try!

Adapun hal-hal yang tidak bisa kontrol, barangkali kita lupa maka aku hanya ingatkan saja. Diantaranya adalah masa lalu, masa depan, kematian, waktu, cuaca, dan bahkan pikiran serta perlakuan orang lain terhadap kita. Coba bayangin aja sehari aja kalian pikirin semua hal itu, apa enggak stress tu hidup? Kan stress kan! Sama soalnya WKWK. Tapi tidak apa-apa juga kita hanya manusia yang lemah tak berdaya, perasaan-perasaan cemas semacam itu terjadi pada setiap orang. And okay je, maklumnya manusia kan.

Cuma ya ges, rasanya memang tidak mudah menerima hal-hal yang tidak kita inginkan. Padahal barangkali kita sudah bisa menebak atau memprediksinya. Dan barangkali juga sudah terbiasa? Tapi kenapa rasa sakitnya tetap sama? Tidak berkurang sedikitpun. Malah lebih menyakitkan? Jawabannya adalah ada di buku seorang pria yang melalui duka dengan mencuci piring. Mau tahu? Baca sendiri ya hehe kalau mau aku ada kok. Duka dan segala isinya ada di sana. Aku benar-benar berharap orang-orang yang sedang terluka baik fisik maupun hatinya segera diberikan kesembuhan.

Jadi bagaimanapun hanya cara berespon kita yang bisa kita kendalikan. Apakah mau menerima dengan lapang dada?  Terpuruk selamanya? Sakit hati terus menerus? Menyalahkan hal-hal yang sebetulnya tidak salah apa-apa? Menyesali hal-hal yang sudah terjadi? Ah aku hanya ingin menulis saja. Tidak semua orang akan membaca ini jadi ini cuma pendapat pribadi saja ya ges ya.

Tapi bukannya mudah untuk ikhlas dan berlapang dada sementara hati ini sangat kesakitan menuntut penjelasan. Mungkin beberapa hal memang tidak butuh dijelaskan. Hanya terima saja. Tidak perlu bertanya mengapa. Mengapa terjadi baanjir? Mengapa dari banyaknya orang di dunia harus dia yang sangat aku sayangi yang meninggal? Mengapa aku terlahir seperti aku saat ini? Mengapa kita tiba-tiba asing?! Eh.

Itulah, tulisan ini selesai di sini. Aku juga harus belajar lagi. Kamu gak kangen aku? Huhuhu ya Allah. Hiduplah dengan baik ya.


Senin, 03 November 2025

Masih Bulan yang Sama Sejak Sebelum Masehi

Aku pernah nulis ini entah di mana. Hai, kabar baik? Sekarang hujan setiap hari, kadang dingin, kadang dingin banget, juga kadang kangen eh AHAHA. Ah pokoknya lama tidak berjumpa jadi nice to see you yaa.

Setiap malam gelap banget, bulan bintang enggak keliatan. Aku ingin sekali melihatnya, mengabadikannya, tapi masalahnya dia memutuskan untuk menyembunyikan diri. Kalian yang melihatnya banyakin bersyukur deh soalnya dia pilih-pilih kalau musim kek gini. Oh bulan.. ah aku ingin lihat!

Kalau dipikir, manusia sama saja dengan bulan. Timbul tenggelam. Kadang penuh kadang sebaliknya. Kita melewati fase. Bulan, accept that everything is not going well. Enggak semua orang baca tulisan ini, atau memang tidak satupun. Aku sedang sangat bingung. Hanya ingin memenuhi target saja xixi. Atau kapan-kapan saat aku berubah pikiran aku ingin kalian baca tulisan ku ini.

Kamu senang, sedih, kecewa, dunia tetap sama. Berjalan sebagaimana adanya jadi ya biasa saja. Memang semua kan hanya sementara. Tapi aku harap orang-orang yang sedang kesakitan lahir batin nya segera disembuhkan.

Lagunya Nadhif, dunia pasti ada akhirnya..

Orang bukannya menginginkan lebih. Tapi belum menemukan cukup?

Ah enggak ini enggak akan dibaca siapa-siapa! Besok aku carikan yang lebih baik lagi ya, selamat beristirahat, sleep tight.

Aku sedih banget pengen motoin bulan, aku mau dikasih liat tolong :( 

XIXI

Sayang ini masih januari 2026, tulisan pertama ku tahun ini. Pengalaman kurang menyenangkan tapi aku rasa beberapa orang ingin tahu? Siapa...