Kamis, 07 Januari 2021

Manusia Kuat

 



Kehilangan. Sebuah kata yang penuh dengan duka. Sarat akan air mata. Seolah-olah merasa terhina. Tapi tidak mengapa. Itu biasa.

Lumrah hidup. Yang datang akan pergi. Silih berganti. Lantas kenapa harus merasa dikhianati? Bukankah yang berawal akan berakhir? Bukankah yang bertemu akan berpisah?

Ini hidup. Realita, bukan hanya fantasimu belaka, yang dapat kamu reka sesuka hati kamu menginginkannya. 

Bukannya salah merasa sedih karena kehilangan. Itu wajar. Sebab yang kamu sangka akan selalu ada rupanya bualan semata. Lantas bagaimana? Haruskah menangis meronta-ronta? Memaksanya kembali kepangkuan kita? Atau apa?

Bukankah semua yang ada hanya titipan dari sang kuasa? Lantas buat apa menahannya? Itu sia-sia. Toh dari awal itu memang bukan milik kita. Memangnya siapa kita yang sekehendak hati menarik kembali sesuatu yang telah pergi?

Please, sadar diri (Iya tahu ngomong mah gampang. Kan aku udah bilang yang susah tuh dapetin kamu).

Sebagai insan berbudi, seharusnya tahu bagaimana bersikap dalam menghadapi lika-liku permasalahan yang datang tanpa henti silih berganti.

Siapa sih yang merasa senang, bahagia ketika ditinggalkan? Apalagi orang tersayang. Amat berharga. Hanya satu di dunia. (Bener nggak kawan-kawan? Boleh dong kasih tahu saya hihihi.

Nggak papa kok. Itu biasa. Let it flow. Sebenernya itu tergantung bagaimana kita menyikapinya. Sulit memang. Tapi percaya deh, itu yang terbaik buat kita.

Hmmm, coba pikirkan ini sebentar. (Nggak bisa, pikiranku udah penuh sama kamu. Hayoloh siapa yang jawab kek gini? Bucinnya siapa nih? Hahaha).

Udah. Stop dulu jadi bucinnya!

Saat kalian kehilangan atau ditinggalkan entah apapun itu yang begitu menyakitkan, pasti rata-rata berpikir gini. Kenapa ya kok aku?” “Kenapa sekarang?

Coba ubah mindset. Sedikit geser ke kiri barangkali.

(Ini kalau nggak paham nggak papa. Aku juga susah ngomongnya btw hehe. Moon maap ya).

"Kenapa ya kok aku? Bukan dia aja?" Iya. Karena yang lain masih lemah. Hanya kamu yang kuat. Hanya kamu yang bisa. Hal ini terlalu berat untuk orang lain. Jadi sudah paling tepat diberikan padamu. Suatu saat kamu akan belajar, cepat atau lambat.

"Kenapa sekarang?" Iya. Ini waktu yang tepat. Kekuatanmu paling kuat pada waktu ini. Detik ini. Jam ini. Hari ini. Minggu ini. Bulan ini. Tahun ini. Waktu ini adalah waktu kamu. Seolah Tuhan ingin memberitahu dunia bahwa hari inilah salah satu hambanya mencapai level tertinggi dalam hidupnya. Ia kuat sekali. Hingga Tuhan memberinya kejutan yang tak terduga. Yang tak terpikir olehnya.

Yang di dalamnya akan ada sesuatu yang sangat istimewa. Suatu pembelajaran yang orang lain belum memilikinya. Sehingga kamu bisa untuk nantinya sedikit cerita kepada orang-orang yang mengalaminya setelah kamu. Kamu akan menenangkannya. Membantunya hingga ia bisa mendapatkan hal istimewa setelah kejutan itu. Pokoknya mah ini tahun terkuat kamu udah.

(Nggak paham nih) bentar. Sama. Aku juga. mari pikirkan bersama.

(Gimana sih ni tulisan? Makin kesini makin nggak jelas aja!) Iya iya tahu. Nggak jelas emang. Tapi bentar deh mau tanya. Lebih nggak jelasan mana? Tulisan ini apa hubunganmu sama dia? Eaeaea :D

Jujur ya, cuma mau bilang. Kamu kuat.

Salah satu batang patah. Menyisakan kecewa yang tak bersudah. Tapi jangan salah, karenanya ada tunas baru yang berkecambah yang kelak membawa hikmah.

(Masih nggak paham.) Auah gelap please, seseorang berikan aku pencerahan (cling).

Yah udah aja ya kawan-kawan kita ngobrolnya. Ternyata berpikir menguras tenaga hingga lapar pun melanda. Oh ya kalian juga jangan lupa makan.

See you

 

-yourlove-





Senin, 26 Oktober 2020

Apa Itu Halu?



Yah begitulah. Hati manusia siapa yang tahu? Orang tu kalau udah jatuh cinta, bawaannya halu mulu. Di baikin dikit disangkanya perhatian. Diperhatiin dikit disangkanya ada ketertarikan. Eh ternyata emang dari sananya aja dianya udah baik, perhatian lagi sama sesama. Nggak cuma kamu aja. Ada sapi, pohon pisang, bahkan rumput di jalan. Haduh makhluk sosial berhati nurani dan berbudi pekerti luhur.

Terus udah gitu kitanya kepikiran setiap saat. Di suatu waktu tiba-tiba kita tersadar bahwa maksud dari perhatian ataupun ucapannya ternyata bukan seperti yang kita sangka awalnya. Auto malu dah tuh. Akward banget. Pen nangis rasanya. Iya nggak?

Nah salah siapa? Siapa suruh berekspektasi tinggi-tinggi hingga lupa diri? Bukannya sakit hati, malu lah sama diri sendiri. Akhirnya apa? Mengutuk diri sendiri bodoh. Memikirkan hal yang tidak perlu seperti 'aduh gimana nih kalau ketemu? Kan malu. Mau ditaruh dimana nih muka aing.' Padahal ya belum tentu dianya tahu bahwa kita merasa malu akibat salah paham yang kita buat sendiri. Sedihnya hati. Huhu.

Apa-apa itu jangan asal-asalan yang akhirnya melukai hati. Jangan asal 'aku bahagia'. Kalian pasti pernah dengar kalimat ini. 'Banyak kepala lebih baik dari pada satu'. Hmmm paham nggak?

Last nih. Pokoknya jangan PD dulu dengan apa-apa. Pikir matang-matang agar tidak salah langkah sebab masuk selokan itu memalukan wkwk. (*apasih)

Jangan sampai keinginan yang menyenangkan nantinya mendatangkan penyesalan. Lihat diri ini mampu atau tidak. Pantas atau tidak. Ini bukan pesimis ya tapi maksudnya realistis.

Dan lagi satu. Jangan sampai keinginan yang menggebu membutakan kamu hingga akhirnya merasa malu bahkan pilu.

Eh satu lagi
. Jangan jadi menyedihkan hanya lantaran berharap dengan seseorang. Sebaik-baik tempat bergantung meminta segala sesuatu adalah dengan Tuhan.

Last (maap ye)
Punya harapan itu baik. Tapi harapan tak mendasar hanya me
mbuat hati menjadi berhalusinasi.

See you ya...

 

-yourlove-

Jumat, 25 September 2020

Extraordinary You

 

Berbicara mengenai tujuan yang ingin di capai setiap orang. Bukannya mengerikan. Halang rintang itu adalah hal biasa yang akan kita temui dalam sebuah perjuangan. Dan gagal adalah hal yang wajar. Tak semua yang kita rencanakan harus benar-benar berjalan.

Gagal? It's okay. Bukan masalah besar. Kita bisa mulai dari awal lagi. Dengan rencana yang tentunya sudah diperbaharui. Gagal sekali dunia tak akan pergi. Kan? Mengalami kegagalan bukan juga dosa besar? Tak salah kan?

Yang salah adalah belum sempat lagi mencoba sudah seolah mengerti hasilnya. Ada ungkapan, belum coba mana tahu. Kan?

Setidaknya coba saja. Jatuh lagi bangkit lagi. Seperti dulu waktu belajar berjalan pertama kali. Sulit. Iya. Itulah prosesnya. Semakin kau berusaha dan terus mencoba, kau akan semakin kuat.

Hanya saja, sudah begitu banyak cara kau coba namun hasilnya tetap sama, mungkin memang itu bukan passionmu? Kau istirahatlah dulu. Jangan terburu-buru. Kau yang paling tahu batasan-batasan yang mampu kau bawa di hidupmu. Tenangkan pikirmu dan buat rencana untuk mimpi-mimpimu yang lain.

Tapi jangan menyerah. Karena sesungguhnya kau telah kalah. Masih ada banyak pintu yang mau menampungmu. Atau sebenarnya kau yang terlalu pemilih? Apakah pantas di bilang serakah?

Aduh. Sudahlah. Ini hidupmu. Kau tahu betul apa yang kau lakukan. Baik atau buruknya, sudah kau pertimbangkan.

Ada pesan. Jangan menyerah hanya karena tidak lagi mudah. Jangan berhenti hanya karena kau tersakiti. Karena sesungguhnya, kemenangan sejati ada pada diri yang senantiasa memperbaiki diri.

And last! Teruslah berbuat baik walau sulit. Walau semua orang memandang rumit. Tetap berpedoman dengan kebaikan walau semua orang tidak demikian. Tetap pada jalan yang benar walau diberikan kesempatan pada jalan yang tidak benar. Hanya karena ingin cepat mencapai tujuan, jangan sampai kebaikan yang ada pada dirimu kau gadaikan. Paksakan untuk tetap mempunyai spirit. Bukan for profit tapi karena memang kau orang yang baik.

 

-yourlove-

Senin, 14 September 2020

Cara Terhindar Dari Rasa Ingin Menyerah

 Give up? Buat apa?

Setiap air yang menetes, dalam pengetahuan Tuhan. Setiap daun yang berguguran, dalam pengetahuan Tuhan.

Dia Maha Tahu. Semua ini, dalam jangkauannya-Nya. Sekecil apapun benda, Dia tahu. Semuanya. Termasuk perasaanmu.

Kau rasa senang, sedih, kecewa, putus asa, rasa ingin menyerah. Segala hal Dia tahu.

Dia tahu betapa besar usahamu untuk bangkit kembali setelah jatuh. Seberapa besar putus asa mu saat semua tak sesuai dengan rencanamu. Seberapa tertekan kamu dalam bekerja, seberapa lelahnya kamu dalam belajar, Dia tahu.

Kau sudah berjalan jauh. Sayang kan kalau berhenti di tengah? Mau mundur sia-sia, mau maju pun seolah percuma. Jadi bolehkah aku berkata, sudah terlambat untuk menyerah. Kau sudah sampai disini, kenapa dulu tak menyerah lebih dini?

Pernah bilang. Setiap bintang mempunyai orbitnya sendiri. Begitupun kamu. Ada jalannya sendiri.

Ingat dong tujuan awalmu apa sampai melakukan hal-hal ini? Ingat dong perjuangan mu sampai ke titik ini? (Eh, atau malah sudah mengakhiri sebelum memulai?)

Kalau lelah ya istirahat. Kalau capek silahkan berhenti sejenak.

Kita perlu mengisi ulang energi kita untuk perjalanan yang tidak lagi mudah. Tidak peduli seberapa lama kamu perlu mengisi energi, intinya kamu akan berjalan kembali. Tidak berhenti hingga apa yang menjadi tujuan awalmu itu terpenuhi.

Ingin ke rumah tetangga saja kadang tersandung kayu di jalan. Jatuh di selokan. Atau terpeleset air hujan. Kan? (Ada yang lain? Wkwkwk)

So kawan. Ingat tujuan awal.

Kalau menyerah emang buat apa? Usaha yang telah kamu lakukan selama ini buat apa? Sekedar coba-coba?

Kalian tahu bayi? Waktu belajar jalan ia pernah jatuh. Tahu bagaimana rasanya jatuh, tapi ia tetap mencoba lagi. Karena apa? Ia tahu bagaimana bahagianya meraih pencapaian yang besar berkat usahanya sendiri. Ia tahu bagaimana rasanya berdiri di puncak gunung yang tinggi, diatas kaki sendiri.

(Yuk muncak😂
)

Last : Ada banyak jalan menuju Roma.

YOU CAN DO IT!!

XIXI

Sayang ini masih januari 2026, tulisan pertama ku tahun ini. Pengalaman kurang menyenangkan tapi aku rasa beberapa orang ingin tahu? Siapa...